Pemerintahan
Dugaan Pemeliharaan Mobil Pusling Minim, Kapus Sangkunur Memilih “Bungkam”
TAPANULI SELATAN – Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskesmas Angkola Sangkunur, Ika Widya Astuti Harahap, SKM, MKM, belum memberikan tanggapan resmi terkait konfirmasi yang diajukan wartawan mengenai anggaran pemeliharaan mobil Puskesmas Keliling (Pusling).
Konfirmasi tertulis telah dikirimkan melalui pesan WhatsApp, namun belum mendapatkan respons hingga berita ini ditayangkan.
Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) telah mengalokasikan Dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) dari APBD setiap tahunnya. Dana tersebut diperuntukkan bagi operasional dan pemeliharaan sarana kesehatan di setiap unit puskesmas kecamatan.
Adapun poin konfirmasi yang diajukan wartawan meliputi rincian anggaran pemeliharaan tahun 2025 dan 2026, intensitas penggantian ban, serta lokasi bengkel resmi servis mobil Pusling tersebut.
Terkait hal ini, Ketua Perkumpulan Waktu Indonesia (WIB) Tapanuli Selatan, Burhanuddin Hutasuhut, turut menyoroti kondisi satu unit mobil ambulans bermerek Mitsubishi Pajero milik UPT Puskesmas Sangkunur. Dimana mobil tersebut tampak terparkir di bahu jalan dan diduga kurang mendapatkan perawatan rutin.
“Sangat disayangkan, padahal mobil tersebut dibeli dari uang rakyat. Kita mempertanyakan apakah ada kendala efisiensi anggaran sehingga kondisi roda ambulans tersebut tampak belum diganti,” ujar Burhanuddin kepada awak media, Rabu (17/6/2026).
Lebih lanjut Burhanuddin menambahkan, kesiapan armada puskesmas sangat krusial bagi pelayanan darurat masyarakat, terutama jika harus merujuk pasien ke RSUD Sipirok atau luar daerah.
“Kita berharap pelayanan prima tetap terjaga agar kejadian fatal akibat kendala sarana prasarana, seperti kasus rujukan ibu hamil di Desa Aek Nabara Sipirok beberapa waktu lalu, tidak terulang kembali,” tambahnya.
Pihaknya juga mendorong Aparat Penegak Hukum (APH) untuk melakukan monitoring dan evaluasi terhadap serapan Dana BOK tahun 2025–2026, khususnya pada pos belanja pemeliharaan kendaraan dinas.
Hingga berita ini diturunkan, redaksi masih membuka ruang klarifikasi bagi pihak Kepala UPT Puskesmas Angkola Sangkunur maupun Dinas Kesehatan Tapsel guna memberikan informasi yang berimbang. (RED)
