Connect with us

Peristiwa

Hasil Visum Keluar, Keluarga Tolak Autopsi Jenazah Wanita yang Tewas di Simarsayang

Bahana Pena

Published

on

PADANGSIDIMPUANSeorang wanita paruh baya, Sarianti Manalu (32), ditemukan tewas gantung diri di dalam kamar sebuah rumah di Jalan Bukit Simarsayang, Kelurahan Losung Batu, Kecamatan Padangsidimpuan Hutaimbaru, Kota Padangsidimpuan, Minggu (9/8/2025). 

Korban yang merupakan warga Kabupaten Tapanuli Tengah ini baru bekerja selama empat hari sebagai pelayan di warung tersebut.

Mendapat informasi tersebut, pihak Polres Padangsidimpuan langsung menerjunkan tim yang dipimpin oleh Kasat Reskrim AKP Hasiolan Naibaho untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

“Di TKP, petugas mengamankan barang bukti berupa kain sprei bermotif, telepon genggam, dan sepasang sandal milik korban,” ujar AKP Hasiholan Naibaho kepada wartawan, Senin (10/8/2026)

Lebih lanjut Kasat menjelaskan, peristiwa tragis ini pertama kali diketahui oleh rekan kerja korban sesama penjaga warung.

Saksi mata, Okta Mariana (25) menjelaskan bahwa kecurigaan muncul saat korban tidak kunjung keluar kamar hingga siang hari.

“Sekitar jam 12 siang saya panggil dia (korban) untuk bangun, tapi tidak ada sahutan dari dalam kamar. Karena curiga, saya minta tolong ke Roni untuk bantu membangunkan,” kata Okta saat memberikan keterangan kepada pihak kepolisian.

Rekan korban lainnya, Roni Ariandi (22), kemudian berinisiatif mengambil tindakan tegas karena pintu kamar dalam keadaan terkunci dari dalam.

“Kami dobrak pintu kamarnya sekitar jam satu siang. Saat pintu terbuka, kami melihat dia sudah dalam posisi tergantung. Kami langsung panik dan bergegas menurunkan tubuhnya ke ruang tamu,” ujar Roni.

Sementara, pemilik warung, Nur Aidah (43) mengaku sangat terkejut dengan kejadian ini. Menurutnya, korban tidak menunjukkan tanda-tanda memiliki masalah besar, bahkan sempat ikut merayakan pesta ulang tahun dirinya pada malam sebelum kejadian. Namun, korban sempat meminta izin untuk menyendiri.

“Sekitar jam setengah enam pagi dia pamit mau istirahat di kamar belakang dan bilang sedang ingin sendiri dulu, tidak mau diganggu. Lalu sekitar jam enam pagi, saya sempat mendengar suara orang menangis dari dalam kamarnya, tapi saya tidak sempat menanyakan ada masalah apa,” ungkap Nur Aidah.

Berdasarkan hasil visum dokter, pihak kepolisian langsung mengevakuasi jenazah korban ke RSUD Kota Padangsidimpuan untuk menjalani pemeriksaan medis guna memastikan penyebab kematian.

“Setelah dilakukan pemeriksaan luar terhadap jenazah korban, hasil Visum Et Repertum menyatakan bahwa tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh mayat,” jelas dokter pemeriksa RSUD Padangsidimpuan, dr. Rezky Pratiwi Daulay.

Saat ini, pihak keluarga korban menolak untuk dilakukan autopsi menyeluruh dan telah membuat surat pernyataan tidak keberatan atas kematian korban kepada Kapolres Padangsidimpuan.

Jenazah Sarianti kini telah dibawa oleh pihak keluarga menuju rumah duka di daerah Sorkam, Kabupaten Tapanuli Tengah untuk dimakamkan. (JK)