Connect with us

Pendidikan

Siswa Kurang Mampu Bisa Kuliah, Kadisdik Tapsel Puji Beasiswa Martabe PTAR

Bahana Pena

Published

on

TAPANULI SELATANPemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Selatan (Tapsel) mengapresiasi komitmen PT Agincourt Resources (PTAR) dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) di bidang pendidikan.

Apresiasi tersebut disampaikan Bupati Tapsel H. Gus Irawan Pasaribu melalui Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Tapsel Efrida Yanthi Pakpahan, usai acara penganugerahan Beasiswa Tambang Emas Martabe (Martabe Prestasi) Tahun Ajaran (TA) 2026 – 2027, yang berlangsung di Sopo Daganak, Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Jumat (24/7/2026).

Menurutnya, Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) PTAR telah memberikan kontribusi nyata bagi dunia pendidikan, di samping berbagai sektor pembangunan lainnya.

“Atas nama Bapak Bupati Tapsel H. Gus Irawan Pasaribu, kami mengapresiasi PTAR yang terus melaksanakan CSR melalui Program PPM. Program ini sangat luar biasa membantu sektor pendidikan, selain sektor-sektor lainnya,” ujar Efrida.

Ia menjelaskan, sebelumnya PTAR juga telah menyerahkan bantuan berupa smartboard kepada sejumlah sekolah di wilayah lingkar tambang, masing-masing sebanyak empat unit per sekolah sebagai upaya mendukung proses belajar mengajar berbasis teknologi.

Dari perspektif dunia pendidikan, lanjut Efrida, masih banyak masyarakat Tapsel yang memiliki keterbatasan ekonomi sehingga kesulitan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Padahal, tidak sedikit pelajar di daerah itu yang memiliki kemampuan akademik dan potensi untuk berprestasi.

“Harapan kami, anak-anak Tapsel tidak kehilangan kesempatan menggapai cita-cita hanya karena faktor ekonomi. Mereka memiliki kemampuan, sehingga harus tetap bisa melanjutkan pendidikan,” katanya.

Menurutnya, Program Beasiswa Martabe yang digagas PTAR telah menjadi solusi bagi siswa dan mahasiswa dari keluarga kurang mampu untuk melanjutkan studi di perguruan tinggi.

“Program beasiswa pendidikan tidak akan kami hilangkan meskipun kondisi ekonomi sedang sempit dan adanya kebijakan efisiensi anggaran. Minimal pemerintah tetap hadir melalui bantuan stimulan,” pungkasnya. (JK)