Ragam
Bupati Tapsel Sepakat Dukung Optimalisasi Bandara di Tabagsel
TAPANULI SELATAN – Bersama empat kepala daerah lainnya, Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel), Gus Irawan Pasaribu, kompak bersepakat untuk mendukung optimalisasi Bandar Udara (Bandara) di wilayah Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel).
Kesepakatan itu, disampaikan Gus Irawan usai menghadiri diskusi pengembangan moda transportasi udara bersama kepala daerah lain dari Mandailing Natal, Padang Lawas, Padang Lawas Utara, dan Kota Padangsidimpuan, Jumat (22/05/2026) siang.
“Kita di Tabagsel ada dua bandara. Yang pertama Bandara Aek Godang pada saat puncaknya sebelum masa Covid-19, itu bisa terbang setiap hari, dan ada hari tertentu bahkan dua hingga tiga pesawat,” ungkap Gus Irawan saat diwawancarai wartawan usai kegiatan di Five and Co Cafe, Kota Padangsidimpuan.
Selain di Aek Godang, kata Gus Irawan, ada juga Bandara Jenderal Besar Abdul Haris Nasution yang berada di wilayah Malintang, Kabupaten Mandailing Natal. Saat ini, Bandara Aek Godang sudah off atau tidak beroperasi sama sekali.
“Bandara di Malintang, (beroperasi) sekali dalam seminggu. Jadi kita lima daerah ini (Tabagsel), diskusi dan bersepakat untuk mengusulkan ke pemerintah pusat guna mengoptimalisasi keberadaan bandara ini,” ujar Gus Irawan.
Dalam kesempatan ini, Gus Irawan juga menyoroti terkait lambannya daerah Tabagsel dalam hal akselerasi pembangunan moda transportasi. Padahal, saat ini tengah ada pembangunan perpanjangan kereta api sampai ke Kota Pinang.
Begitu juga dengan jalan tol. Jalan tol yang ada di Sumut, juga tidak sampai ke wilayah Tapbagsel. Keadaan ini menurut Gus Irawan, tentu akan menjadi ada perbedaan (Gap) antara Tabagsel dengan daerah lainnya.
“Kereta apinya kita tidak ada, jalan tolnya tidak ada. Lalu Bandaranya sangat tidak produktif karena hanya sekali seminggu,” imbuh mantan anggota DPR RI tiga periode ini.
Atas kondisi tersebut, lanjut Gus Irawan, kepala daerah di wilayah Tabagsel bersepakat agar Gap moda transportasi ini bisa diatasi melalui moda transportasi udara. Seperti misalnya di Bandara di Malintang yang memiliki panjang run way sekitar 1.450 meter.
“Tapi menurut Pak Bupati Mandailing Natal tadi, masih ada peluang perpanjangan satu kilometer lebih. Untuk bisa didarati pesawat Boeing misalnya supaya bisa ke Jakarta, hanya butuh tambahan sekitar 300 meter lagi,” jelasnya.
Untuk di awal ini, tambah Gus Irawan, keberadaan dua bandara yang ada di wilayah Tabagsel ini yaitu, Aek Godang dan Jenderal Besar Abdul Haris Nasution, harus dioptimalkan.
“Paling tidak di awal ini penerbangan Medan-Aek Godang, Medan-Mandailing. Untuk di akhir tentunya kita berharap dari sini bisa langsung ke Jakarta,” tutupnya. (JK)
