Peristiwa
Nyaris Bertengkar, Kapolsek Hutaimbaru Tuntaskan Persoalan Pengairan di Angkola Julu
PADANGSIDIMPUAN – Kapolsek Padangsidimpuan Hutaimbaru IPTU Ahmad Edi Sitompul, SH berhasil menuntaskan Persoalan Pengairan Sawah Desa Joring Natobang dan Desa Pintu Langit Jae serta Air Minum untuk warga Desa Joring Lombang, Kecamatan Padangsidimpuan Angkola Julu, Kamis (18/6/26).
Persoalan yang telah lama dan berlarut itu di selesaikan setelah Kapolsek dan Sekretaris Camat Padangsidimpuan Angkola Julu Ibrahim Ritonga SE MM, Kasi Pemerintahan Hanifa Sofiawati Siregar SKM, Penyuluh Pertanian, Kades Joring Lombang Khoirun Hasibuan, Sekdes Joring Natobang Abu Sofyan, Kades Pintu Langit Jae Andi Sakti Rifai Siregar, Babinsa Serka Nizar Rambe, Bhabinkamtibmas Aiptu Rudiansyah dan Aipda Darwin, Tokoh Masyarakat dan masyarakat perwakilan ketiga desa meninjau langsung lokasi permasalahan.
Lokasi yang ditinjau itu adalah hulu sumber air yang berada di puncak bukit yang biasa disebut Bukit Angkola. Di lokasi itu warga perwakilan ke tiga desa di pertemukan, dalam pertemuan tersebut warga ke tiga desa saling mengklaim saling menyanggah dan nyaris bertengkar.
Secara bersamaan di lokasi itu ditemukan satu unit CCTV aktif tersembunyi diduga digunakan untuk memantau perkembangan pertemuan, kemudian CCTV tersebut diamankan Polsek Hutaimbaru.
Sedangkan hal yang di persoalkan adalah adanya pembongkaran semen penahan pipa air ukuran 3 inci untuk mengaliri air minum warga Desa Joring Lombang yang didiami 1098 warga.
Pihak Desa Joring Natobang mengatakan bila pipa air tersebut dibiarkan maka volume air untuk mengairi sawah mereka tidak mencukupi sehingga akan berakibat rusaknya tanaman padi mereka meskipun pipa tersebut untuk air minum warga. Sedangkan luas areal persawahan yang dimaksud menurut penyuluh pertanian yang hadir di lokasi itu hanya satu hektar.
Sementara warga Joring Lombang mengatakan kebutuhan air minum tersebut merupakan hal yang tidak bisa ditawar karena sangat dibutuhkan warga.
Karena penyelesaian buntu, Kapolsek kembali menelusuri sumber air di perbukitan tersebut dan menemukan adanya rembesan dari sumber air yang sudah membentuk parit. Kata Kapolsek bila rembesan air tersebut di satukan maka air bersih yang terkumpul akan melebihi volume dari pipa 3 inci
Solusi yang disampaikan Kapolsek Padangsidimpuan Hutaimbaru tersebut diterima seluruh pihak, kemudian musyawarah mufakat dilaksanakan.
Kepada Wartawan, warga Desa Joring Lombang mengatakan sebelumnya volume air tersebut tidak pernah jadi persoalan, namun setelah adanya Wisata Alam Kolam Renang Puncak Angkola volume air dari sumber pengunungan tersebut jadi persoalan yang berlarut-larut.
Mereka menduga kebutuhan air bila hanya untuk lahan sawah sudah sangat cukup meski dikurangi untuk kebutuhan air minum waga Desa Joring Lombang. Namun bila digunakan untuk kegunaan lain otomatis berkurang.
Pemilik Wisata Alam Kolam Renang Puncak Angkola, Rabiul Harahap yang pernah menjabat Camat Padangsidimpuan Batunadua dan pernah menjadi pelaksana Camat Padangsidimpuan Hutaimbaru membantah hal tersebut.
“Kolam tersebut sudah ada sejak dahulu bedanya sekarang menjadi kolam renang. Katanya kolam tersebut merupakan penumpang air yang akan dijadikan sebagai cadangan,” pungkasnya. (JK)
