Hukum dan Kriminal
JMSI Tabagsel dan Lapas Sidimpuan Bangun Sinergi, Jaga Independensi Pers dan Transparansi Informasi
PADANGSIDIMPUAN — Pengurus Cabang Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel) melakukan kunjungan silaturahmi ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Padangsidimpuan pada Sabtu (10/10/2026).
Langkah ini dilakukan untuk memperkuat kemitraan dan membuka ruang kolaborasi dalam penyampaian informasi program pembinaan warga binaan kepada masyarakat secara terbuka, objektif, dan berimbang.
Rombongan JMSI Tabagsel diterima langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIB Padangsidimpuan, Herizal Yusuf, A.Md.IP, SH, MH, didampingi Kepala Staf Humas David Fernando Pardede. Turut hadir Wakil Ketua JMSI Tabagsel Parlindungan Pohan, Paruhum Nasution, serta jajaran pengurus lainnya.
Dalam pertemuan tersebut, Ketua JMSI Tabagsel, Yusrizal Nasution atau yang akrab disapa Ucok Rizal, menegaskan sinergi ini bukan sekadar silaturahmi, melainkan upaya membangun hubungan profesional. Sebagai asosiasi perusahaan media siber konstituen Dewan Pers, JMSI berkomitmen menjaga pemberitaan yang benar, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan tanpa mengorbankan independensi pers.
“Sinergi bukan berarti media kehilangan independensinya. Kami tetap berpegang pada prinsip jurnalistik: verifikasi, keberimbangan, dan kepentingan masyarakat. Semua informasi harus disampaikan berdasarkan fakta, melalui proses jurnalistik yang profesional, serta tetap menghormati aturan dan hak setiap pihak,” ujar Ucok Rizal.
Ucok Rizal juga menekankan pentingnya masyarakat memahami bahwa Lapas bukan sekadar tempat penahanan, melainkan lembaga pembinaan warga binaan. Pemberitaan positif maupun tantangan pemasyarakatan perlu tersampaikan secara lengkap dan seimbang, agar publik tidak hanya menerima informasi sepihak.
Sementara itu, Kepala Lapas Herizal Yusuf menyambut baik kunjungan tersebut. Ia menilai dukungan media sangat penting agar program pemasyarakatan dapat dipahami masyarakat secara tepat.
“Dukungan media sangat dibutuhkan agar program pemasyarakatan dapat tersampaikan secara tepat kepada masyarakat luas. Sinergi ini sangat berharga bagi kami,” ungkap Herizal.
Pertemuan ini diharapkan menjadi awal kolaborasi berkelanjutan, dengan tetap menempatkan profesionalisme pers, keterbukaan informasi, dan kepentingan masyarakat sebagai landasan utama. (JK)
