Keluarga Besar Lembaga Burangir Gelar Buka Puasa Bersama Dengan Insan Pers

PADANGSIDIMPUAN – Dalam rangka mempererat silaturahmi, keluarga besar Lembaga Burangir jadikan momentum bulan suci Ramdhan untuk merajut kembali ukhuwah tali persaudaraan dengan insan pers dengan bingkai buka puasa bersama bertempat di Jalan Danau Laut Tawar, Kelurahan Wek V, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan, Kota Padangsidimpuan, Minggu (08/03/26).
Mewakili keluarga besar pendiri Lembaga Burangir Sri RM Simanungkalit menyampaikan kegiatan buka bersama dilakukan wujud kemitraan yang selama ini terjalin bagus dan hangat bersama insan pers di Tapanuli bagian selatan khususnya di kota Padangsidimpuan.
“Terimakasih banyak saya ucapkan kepada kawan-kawan insan pers yang telah berhadir dalam undangan kami ini, dan saat ini saya juga turut di dampingi Jhonny P. Situmeang dan Juli Zega selaku keluarga besar Burangir dan mereka juga tim kami untuk menerima semua keluh kesah masyarakat terkait Perlindungan Anak dan Perempuan,” ucap Sri di hadapan para awak media.
Lebih lanjut Sri menambagkan, saya juga berharap kemitraan antara kita yang sejak tahun 2006 kita bangun semoga tetap langgeng dan baik ke depannya.
“Karna bulan ini bulan yang suci dan tidak lama lagi akan memasuki bulan Syawal, kami juga turut meminta maaf jika ada yang salah dalam bersikap terhadap kawan-kawan insan pers,” tambahnya.
Sementara mewakili insan pers, Efendi Jambak dalam sambutannya mengatakan rasa hormat dan rasa bangga terhadap keluarga besar Lembaga Burangir atas undangannya ini.
“Saya mewakili teman-teman jurnalis sangat mengapresiasi acara ini, karna kurang lebih dua Minggu ibadah puasa berlangsung baru Lembaga Burangir lah yang pertama menggelar atau mengumpulkan wartawan dalam rangka buka puasa bersama,” ujar Fendi.
Tidak hanya itu lanjut Efendi, semoga apa yang kami dapatkan hari ini, baik takjil, maupun sedikit rezeki dari Lembaga Burangir, semoga menjadi ladang pahala buat keluarga besar Lembaga Burangir.
“Lembaga Burangir memang bukan lembaga besar, tapi yang kami rasakan lembaga ini sangatlah besar di hati kami, dan di hati para korban kekerasan anak dan perempuan yang ada di Tabagsel ini,” ungkapnya.
Terakhir kata Efendi, walaupun Almarhum Timbul Simanungkalit sudah tiada namun ia akan hadir jika program peduli terhadap sesama, dan perduli kepada nasib masyarakat yang lemah tetap diperjuangkan.
“Semoga beliau di tempatkan di sisinya dan segala kesalahannya diampuni. Aamiin,” harapnya. (JK)




