Ragam

Zia Ul Haq dan Mohot Lubis Ramaikan Bursa Calon Ketua PWI Tabagsel 2026-2029

Published

on

PADANGSIDIMPUANKonferensi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Tapanuli Bagian Selatan (TABAGSEL) ke-IX Tahun 2026 mulai memasuki tahapan penting. Selain memastikan agenda organisasi tetap berjalan di tengah keterbatasan anggaran, sejumlah nama mulai muncul dan disebut-sebut berpotensi maju dalam perebutan kursi Ketua PWI TABAGSEL periode 2026-2029.

Dua nama yang kini mencuat adalah Zia Ul Haq dan Mohot Lubis S.sos,.Keduanya disebut menjadi bagian dari dinamika menjelang pelaksanaan Konferensi PWI Tabagsel IX yang dijadwalkan rampung pada Agustus 2026.

Kemunculan nama-nama tersebut membuat proses konferensi semakin menarik. Persaingan kepemimpinan organisasi wartawan di wilayah Tapanuli Bagian Selatan (TABAGSEL) diperkirakan akan berlangsung dinamis, namun tetap berada dalam koridor aturan organisasi PWI.

Ketua PWI TABAGSEL, Kodir Pohan, sebelumnya menegaskan bahwa persoalan keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan untuk menghentikan agenda konferensi.

Menurutnya, konferensi bukan sekadar kegiatan rutin organisasi, melainkan bagian penting dari proses regenerasi kepemimpinan sekaligus amanat organisasi yang harus dilaksanakan.

“Konferensi tetap harus dilaksanakan. Persoalan anggaran akan kita bicarakan dan koordinasikan bersama antara pengurus dan panitia,” tegas Kodir saat rapat pembentukan Panitia Konferensi IX PWI TABAGSEL di Kantor PWI TABAGSEL, Jalan Imam Bonjol, Padangsidimpuan, Selasa (11/8/2026).

Rapat tersebut diikuti 18 anggota yang terdiri dari anggota biasa dan anggota muda PWI TABAGSEL.

Sementara itu, Kepanitiaan melalui Sekretaris Panitia Konferensi IX PWI TABAGSEL, Yusrizal Nasution atau akrab disapa Ucok Rizal, mengatakan saat ini panitia sedang menjalankan sejumlah tahapan menuju penetapan calon Ketua PWI TABAGSEL.

Ia menyebut proses konferensi ditargetkan dapat diselesaikan pada bulan Agustus 2026.

“Dalam hal ini kita sedang menjalani tahapan yang nantinya akan bermuara pada penetapan calon. Konferensi ini juga akan selesai di bulan ini,” ujar Ucok Rizal, Kamis (13/8/2026).

Menurutnya, panitia tetap berupaya memastikan seluruh tahapan berjalan meski tidak mendapatkan dukungan anggaran pemerintah di tengah kebijakan efisiensi anggaran.

Kondisi tersebut, kata dia, tidak akan menghambat semangat panitia untuk menyukseskan konferensi.

“Walaupun tidak ada anggaran dari pemerintah di tengah efisiensi anggaran, panitia juga membuka peluang agar konferensi ini sukses,” katanya.

Ucok Rizal juga menegaskan bahwa panitia memberikan ruang yang sama bagi seluruh anggota yang ingin mengikuti kontestasi pemilihan Ketua PWI TABAGSEL.

Namun, setiap bakal calon tetap harus memenuhi ketentuan organisasi yang telah ditetapkan.

“Kita terbuka untuk siapapun yang ingin maju sebagai Ketua PWI TABAGSEL, asal memenuhi ketentuan organisasi sebagaimana diatur dalam Peraturan Dasar (PD) dan Peraturan Rumah Tangga (PRT) PWI hasil Kongres, khususnya mengenai persyaratan pencalonan Ketua PWI Kabupaten/Kota,” ujarnya.

Sebelumnya, dua nama lainnya, yakni Julpan Tambunan dan Riswandy, telah dinyatakan memenuhi persyaratan untuk maju dalam Konferensi PWI TABAGSEL IX Tahun 2026.

Keduanya dinyatakan memenuhi ketentuan organisasi sebagaimana diatur dalam PD dan PRT PWI hasil Kongres, terutama berkaitan dengan persyaratan pencalonan Ketua PWI Kabupaten/Kota.

Dengan munculnya Zia Ul Haq dan Mohot Lubis, peta persaingan menuju kursi Ketua PWI TABAGSEL periode 2026-2029 pun berpotensi semakin kompetitif.

Meski demikian, seluruh nama yang muncul masih Bakal Calon (Balon) yang nantinya harus mengikuti mekanisme resmi hingga ditetapkan sebagai Calon dalam konferensi ke – IX Tahun 2026. (JK)

Trending

Copyright © 2026 PT. AMANDA FRISCA MEDIA