PeristiwaTopik Terkini

Peduli Warga Terdampak Banjir, Ketua KPI : “Sedekah Tidak Harus Menunggu Kaya”

BAHANAPENA.COM | PADANGSIDIMPUANDi tengah kesulitan akibat banjir yang merendam kawasan Melati Seberang, Kelurahan Ujung Padang, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan, muncul aksi kepedulian yang menyentuh hati. 

Komunitas Perisai Indonesia (KPI), yang beranggotakan warga biasa tanpa jabatan dan gelar mentereng, turun langsung membantu sesama yang terdampak musibah banjir dan longsor, Kamis (27/11/2025).

Kita bukan pejabat, bukan artis, bukan anggota DPRD dan bukan pengusaha. Mereka hanyalah warga yang hidup berdampingan dengan masyarakat setempat dan terpanggil untuk hadir saat warga membutuhkan.

Di balik aksi itu, Ketua Komunitas Perisai Indonesia, Rahmad Parlindungan Nasution sekaligus warga asli Melati Seberang menjadi penggerak yang menginspirasi.

Rahmad turun langsung ke lokasi banjir, membagikan bantuan yang dikumpulkan secara gotong royong oleh para anggota komunitas.

Dengan nada tulus, ia menegaskan bahwa aksi mereka lahir dari keikhlasan, bukan pencitraan.

Sedekah tidak mesti melihat jumlahnya, banyak atau sedikit. Yang penting ikhlas dan tulus. Kami bukan orang kaya, kami hanya peduli,” ujar Rahmad.

Ia menyebutkan, dorongan untuk membantu muncul karena mereka merasakan langsung kesulitan yang dihadapi masyarakat.

Banjir yang merendam rumah warga tidak hanya merusak materi, tetapi juga menimbulkan tekanan batin bagi mereka yang kehilangan harta benda.

“Kalau soal kaya, masih banyak yang jauh lebih kaya di Kota Padangsidimpuan. Tapi bukan itu poinnya. Yang kami lihat adalah bagaimana masyarakat di sini membutuhkan uluran tangan. Ketika mereka susah, kami juga ikut merasakan,” tuturnya sambil tersenyum.

Tidak berhenti sampai di situ, Rahmad juga menyampaikan pesan inspiratif yang menggugah hati siapa pun yang mendengarnya.

“Jangan tunggu kaya baru sedekah. Sedekah itu justru membuka pintu rezeki,” pungkasnya.

Aksi sederhana namun penuh makna dari Komunitas Perisai Indonesia ini menjadi bukti bahwa kepedulian sosial tidak ditentukan oleh status ataupun jabatan.

Ketulusan hati mampu menjadi cahaya bagi warga yang tengah ditimpa musibah, menghadirkan harapan baru bahwa kebaikan masih hidup dan mengalir di tengah masyarakat. (JK)

Related Articles

Back to top button