ArtikelTopik Terkini

ATLETIK JALANAN, ENERGI BARU DI BULAN RAMADHAN

Penulis oleh : Syamsul Lubis, S.Pd M.Pd (Guru SMAN 1 Kora Padangsidimpuan)

DITENGAH senyapnya sore yang perlahan menuju azan magrib, sekumpulan anak-anak muda terlihat berdiri sambil berbicara tepat dibawah lampu terang dipojok jalanan, usia mereka mungkin sekitaran umur 15 hingga 18 tahun layaknya pertemuan anak lelaki pasca keluar masjid setelah selesai salat di masjid. 

Beberapa diantara mereka ada memakai kupiah ada Lobe dikepala dan kain sarung yang dipasangkan layaknya selempang tergantung dileher seperti posisi diagonal menyamping menggantung disamping pinggangnya, disebelahnya mengikatkan sarung dipinggang, dan kebanyakan diantara mereka bercelana panjang.

KUCOBA telusuri apa yang mereka bicarakan, sempat menerawang dalam benak mungkin mereka akan singgah dicafe nongkrong seperti biasa dan usut punya usut ternyata ada benarnya juga. Dapat informasi pertemuaan dipojok jalanan ini sedang membangun kesepakatan bertemu diwaktu yang ditentukan tempat yang disepakati. Bukan tentang arisan seperti arisan emak emak, bukan juga menyangkut kerja kelompok tugas sekolah karena kebetulan sudah libur sekolahan tetapi tentang nyali balapan dimalam hari, tentang adu fisik menggunakan olah tubuh sebagai alat pacu kecepatan, bukan balap motor liar yang mungkin akan meresahkan orangtua atau masyarakat pada umumnya.

REALITAS kekinian dibulan ramadhan giat atletik jalanan semakin akrab dikalangan remaja, terlihat nyata dengan maraknya pemberitaan di media sosial menyangkut aktifitas yang didominasi oleh anak-anak muda. Tidak semua mereka terlatih atau ikut program dibawah pengawasan kepelatihan tetapi sudah memiliki kalender tersendiri walau otodidak dan simultan.

SPRINT jalanan ini sedikit demi sedikit telah menggeser fenomena balap motor liar menjadi atletik jalanan, resiko cedera semakin minim, pembiayaan tak mahal, juga minim kegaduhan menjadikan balap orang menjadi sangat menarik. Walau kumpulan sederhana para penggiat balap jalanan juga memiliki tim menejemen walau dadakan dan seadanya yang bertugas mengatur jadwal lomba, mencari lawan dan satu poin penting tugasnya adalah menyusun kesepakatan, biasanya terkait dengan bonus atau hadiah yang diatur sebagai bagian dari penyemangat lomba.

Hadirnya ATLETIK jalanan dengan tren utamanya adalah balap lari jarak pendek tidak bisa tidak, diakui atau tidak diakui telah turut pula mendongkrak popularitas atletik dikalangan remaja terkhusus naiknya popularitas para sprinter karena eksistensinya menjadi pusat sorotan media sosial ditiap pemberitaan media sosial dan menjadi trens yang digandrungi kawula muda karena sejatinya bulan ramadhan tidak melemahkan langkah, ia memurnikan arah. Kondisi kebelakang dalam pembicaran stakeholder penggiat olahraga atletik ada statemen yang mengatakan event musiman atletik cenderung didominasi oleh lari jarak jauh mengingat lebih banyak digandrungi anak muda.

STATEMEN ini perlu dipertanyakan walau bukan pula untuk dipertentangkan karena berbeda latar, berbeda pola Latihan berbeda kepentingan baik kajian sponsoship atau kajian peluang diatas persaingan yang ada.

Kehadiran event sprint jalanan atau trennya atletik jalanan membuka cakrawala berfikir para penggiat olahraga, bisa dijadikan kajian untuk pengembangan atletik dengan pola baru karena atletik jalanan tidak hanya tentang kecepatan, juga tentang kebersamaan yang menguatkan serta konsistensi yang menumbuhkan harapan.

PEMINAT penuh, sporter antusias dan penuh gairah kemenangan. Tentu kita berharap akan selaras dengan munculnya talenta baru, berharap kelak dengan sentuhan lebih tertata akan lahirnya sprinter masa depan dengan nuansa baru pula, pekerja keras, pantang menyerah dan selalu tertantang untuk mengalahkan catatan rekor mengejar limit yang ada. Bagi penulis ada rasa senang atas animo yang berkembang, jujur kita sangat terbantu dengan tersosialisaikannya semangat ber atletik ria melalui munculnya event dadakan skala kecil tersebut.

MENGASAH event skala kecil untuk berdampak besar mungkin kedepan bisa menjadi skala lebih luas cakupan dengan kemasan lebih menarik, dengan support system yang lebih kuat. Pembicaraan yang muncul diantara para pelari sprint, moment atletik jalanan adalah salah satu jawaban akan kerinduan apresiasi even nomor jarak pendek, berharap para pengambil kebijakan dapat mengagendakan nomor lomba jarak pendek untuk mendapat porsi besar, hadiah lebih menggiurkan dan terprogram seperti pagelaran lari 10 K dan 5 K yang lebih diprioritaskan oleh sponsorsip dan ini pekerjaan rumah, ini tantangan yang mesti kita jawab secara bersama.

Dibalik pemassalan atletik yang dilakukan melalui atletik jalanan harus kita akui juga bisa menjadi pintu terbukanya harapan prestasi dimasa depan.

UPAYA pembinaan generasi muda melalui pemberdayaan aktifitas olahraga atletik dan tata kelola olahraga prestasi kiranya dipandang sebagai tanggungjawab bersama mulai dari penggerak olahraga, unsur pemerintah, hadirnya perusahaan swasta, BUMN, BUMD dan lembaga kajian strategis untuk lahirkan program yang menyentuh kepentingan khalayak ramai dengan dunia atletik sebagai salah satu prioritasnya, lebih kecil lagi dengan nomor lomba jarak pendek mendapat tempat lebih dalam turunan giatnya.

OPTIMISME pantas diusung untuk atletik jalanan akan mendapat perhatian lebih demi pembinaan generasi yang kuat kepribadiannya, tangguh dan memiliki motivasi tinggi untuk mengejar prestasi. Di jalanan itu, tidak ada podium megah, tidak ada sorak penonton, tidak pula medali yang menggantung di dada. Yang ada hanyalah tekad yang diuji diam-diam.

Setiap langkah adalah dialog sunyi antara raga dan jiwa. Saat kaki terasa berat, hati belajar bersabar. Saat napas tersengal, pikiran dilatih untuk tetap jernih. Ramadan menjadikan atletik bukan sekadar aktivitas fisik, melainkan perjalanan batin tempat manusia belajar berdamai dengan keterbatasan, lalu melampauinya perlahan bangkit dan berjuang walau di lintasan jalanan.

Kita sangat sepakat dengan prinsip salumpat saindege, filosopi yang dibangun ditanah angkola untuk kita semua bersatu padu meningkatkan harkat kita dengan prestasi mentereng dan memantaskan kita sejajar dengan daerah lain yang sudah terdepan. bagi insan olahragawan, ini menjadi lahan pengabdian dalam proses pembinaan generasi muda. Jika toh tidak semata berbicara peluang berprestasi, minimal menjauhkan anak anak kita dari aktifitas yang membahayakan masa depannya, terjaga pergaulannya dengan komunitas yang baik, terjaga pergaulannya dengan orang orang yang sehobi selintasan walau masih seaspal.

Kiranya kita sepakat lahirnya juara tidak bisa dilakukan serta merta membalikkan telapak tangan, harus didukung dengan proses perencanaan program, menentukan gol, menempatkan SDM yang mumpuni melalui jajaran pengurus yang memiliki komitmen dan berdedikasi, menyiapkan pelatih yang berpengalaman dengan pendekatan keilmuan sebagai dasar melangkah menyusun program. Kiranya kerinduan kita untuk daerah kita berjaya di zona juara dinomor atletik semakin terkokohkan dengan lahirnya ide penataan event yang lebih banyak dan berkelanjutan.

Semoga peluang yang terbuka melalui fenomena atletik jalanan dapat dijadikan tantangan menuju pencapaian dimasa depan. Salut dan resfect untuk para pelatih yang setia dengan proses pendampingan atlit demi menghantarkan anak anak Tabagsel membangun kejayaan diatas pacu kaki hebatnya, membangun komitmen untuk laju kita bukan hanya sebagai atlet tetapi sebagai pribadi yang utuh melalui peran, karya dan zona yang mampu dilakukan.

“Aku Ada Karena Kaupun Ada.. Menuju Pentas Juara”

Related Articles

Back to top button