Connect with us

Ekonomi

Pupuk Subsidi Langka di Sipirok, Beban Produksi Petani Tapsel Membengkak

Bahana Pena

Published

on

TAPANULI SELATAN – Keluhan terkait sulitnya memperoleh pupuk bersubsidi masih terjadi dikalangan petani di Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel). Kondisi ini memaksa sebagian petani beralih ke pupuk nonsubsidi untuk menghindari risiko gagal panen.

Meskipun harga Pupuk bersubsidi di Kecamatan Sipirok mencekik diperkirakan sebesar Rp190.000 hinga Rp200.000 namun kenyataanya langka dan sulit diperoleh. Kondisi ini menyebabkan petani di Sipirok menjerit.

“Harga Eceran Tertinggi (HET) hanya Rp94.000 namun di pasaran rata-rata Rp200.000 namun masih sulit diperoleh,” ujar Hendra (51) salah satu petani dan warga Sipirok di Padangsidimpuan, Selasa (20/10/2026).

Dia bersama sejumlah petani lainnya yang khusus datang ke Padangsidimpuan mengatakan kondisi tersebut memaksa mereka membeli pupuk non subsidi yang harganya di atas Rp400.000.

Mereka menyebut lebih dari 10 kios yang berada di Kecamatan Sipirok tidak selalu memiliki pupuk subsidi di kiosnya dan hal itu dapat dibuktikan dengan kekosongan pupuk subsidi di gudang atau kios-kios tersebut, beleh dikatakan lebih sering kosong dan yang selalu tersedia hanya non subsidi.

Kelangkaan dan tingginya harga pupuk subsidi tersebut menyebabkan merosotnya hasil panen para petani dan tidak tertutup kemungkinan akan mengalami gagal panen.

“Langka dan tingginya harga pupuk subsidi drastis menyebabkan hasil panen kami jauh merosot, meskipun Bupati Tapsel selalu menggaungkan swasembada pangan,” ujar Hendra.

Mereka berharap Pemda Tapsel melalui Dinas Pertanian dapat menelusuri kendala pendistribusian pupuk subsidi tersebut di lapangan. Mereka juga meminta pengawasan ketat terhadap distributor ataupun kios-kios ‘Nakal’ guna mengantisipasi adanya dugaan potensi penyimpangan dan penimbunan pupuk subsidi dimaksud.

“Kami berharap pemerintah daerah segera mengidentifikasi masalah pokoknya di lapangan. Jika ditemukan ada pihak distributor ataupun kios-kios ‘Nakal’ yang sengaja melakukan pelanggaran mohon ditindak tegas,” tambahnya.

Kadis Pertanian Tapsel, Muhammad Taufik Batubara, SP., MM yang dikonfirmasi melalui aplikasi WhatsApp terkait hal itu tidak memberikan jawaban maupun sanggahan hingga berita ini ke meja Redaksi. (RED)