Peristiwa
Siswa SD di Sidimpuan Meninggal Diduga Tersengat Arus Listrik
PADANGSIDIMPUAN — Seorang siswa kelas V SD Negeri 200309 Padangsidimpuan berinisial RZW (12), warga Desa Purwodadi, Kecamatan Padangsidimpuan Batunadua, Kota Padangsidimpuan, meninggal dunia pada Rabu (14/10/2026) diduga akibat tersengat arus listrik.
Kejadian bermula sekitar pukul 10.00 WIB saat jam kegiatan olahraga di sekolah. Korban berada di sekitar mesin pompa air di lingkungan sekolah. Guru PNS di sekolah tersebut, Fitri Hayati, menemukan korban dalam kondisi tidak sadarkan diri.
“Saya menemukan korban dalam posisi telungkup di depan rumah dinas sekolah, di antara dinding rumah dan dinding beton sumur, tepat di atas mesin pompa air. Saat itu dia sudah tidak sadar, saya segera meminta bantuan rekan guru lainnya,” ujar Fitri Hayati kepada pihak kepolisian dalam keterangannya.
Korban langsung dibawa ke Puskesmas terdekat, kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Meta Medika Padangsidimpuan, namun pihak rumah sakit menyatakan korban telah meninggal dunia.
Setelah mendapat informasi tersebut, pihak kepolisian yang dipimpin langsung Kapolsek Batunadua, AKP Sulaiman Rangkuti, bersama tim Polres Padangsidimpuan segera melakukan pemeriksaan di tempat kejadian perkara (TKP). Hasil pengecekan awal menunjukkan badan mesin pompa air terindikasi dialiri arus listrik. Pihak PLN kemudian mengonfirmasi adanya kebocoran pada gulungan kabel di dalam mesin pompa air tersebut.
Hasil pemeriksaan visum et revertum oleh dokter RSUD Padangsidimpuan menunjukkan adanya luka bakar, luka memar, dan luka lecet pada tubuh korban. Namun penyebab pasti kematian masih dalam tahap penyelidikan lebih lanjut. Pihak keluarga tidak bersedia jenazah korban dilakukan autopsi dan telah membuat surat pernyataan yang diketahui Kepala Desa Purwodadi.
Kapolsek Batunadua AKP Sulaiman Rangkuti mengatakan pihaknya masih mendalami peristiwa ini.
“Kami mengimbau seluruh masyarakat, khususnya di lingkungan sekolah, untuk senantiasa memeriksa instalasi kelistrikan guna mencegah hal serupa terulang. Penyelidikan masih berjalan untuk memastikan seluruh fakta peristiwa ini,” ungkapnya.
Saat ini barang bukti berupa satu unit mesin pompa air, satu utas kabel listrik, dan pakaian sekolah korban telah diamankan. Jenazah korban telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. (JK)
